Kamis, 18 Juni 2015

PENGERTIAN HUSNUZHAN,MENYEGERAKAN BERTOBAT,RAJA'

PEMBAHASAN
BAB I
A.    PENGERTIAN HUZNUZAN
Husnuzan berasal dari kata husnun dan zannun ,zannun yaitu artinya berbaik sangka ,secra istilah husnuzan adalah berbaik sangka terhadap segala ketentuan dan ketetapan allah yang diberikan kepada manusia . berprasangka baik adalah tindakan yang benar sebab semua jiwa tidak akan menjadi baik kecuali dengan mengingat rahmat,ampunan , tobat dan kesabaran allah , karena sikap allah yang demikian baik ,mereka pun mendekatkan diri kepada-Nya dan berusaha keras untuk melakukan kebaikan [1]
Kita sebagi muslim dan mukmin itu berhuznuzan (prasangka baik ) kepada allah ,sesungguhnya ,apa yang diberikan allah swt kepada manusia itu memiliki tujuan yang baik dan mengandung hikmah yang besar jika seseorang muslim diberi nikmat agar banyak bersyukur dengan kenikmatan itu , jika diberi musibah agar sabar dengan musibah yag menimpanya semua berpahala bagi manusia  . jika manusia berprasangka baik  akan diikuti prasangka baik pula , jika kita dalam mendapat musibah jangan lah prasangka baik akan diikuti prasangka itu . dan ketika kita mendapat musibah janganlah berprasangka buruk kepada allah karena sesungguhnya kita sedang diuji dan ingatlah terus kepda allah swt yang hanya menguji mu dengan bberbagai cobaan , yang seruannya “ya tuhan kami ,tidaklah engkau menciptakan alam raya ini secara sia-sia (batil) maha suci engkau maka hindarkanlah kami dari siksa neraka.[2]
            Dalam alqur-an surah ali-imran ayat 91 dilukiskan bahwa orang-orang yang berpengertian mendalam ulu-al-albab selalu ingat allah setiap saat ketika berdiri ,duduk berbaring dan sekaligus memperhatikan serta merenungkan kejadian alam raya [3]eorang yang penuh pengertian mendalam memahasucikan allah kemungkinan menciptakan alam ini sia-sia dan tanpa makna  adalah pikiran negatif kita tentang-Nya ,implikasinya ialah diri kita setiap pikiran negatif tentang tuhan .
Dari nilai sikap positif husnuzan adalah akan melahirkan keyakinan bahwa segala kenikmatan dan kebaikan yang diterima manusia adalah berasal dari allah swt . allah swt telah menganugerahkan kepada manusia kemampuan untuk memilih dan berikhtiar .segala perbuatan manusia adalah terjadi atas pilihan dan kemampuan yang harus dipertanggung jawabkan dihadapan allah .
Berikut ini beberapa hikamh yang dapat dipetik dari sikap husnuzan antara lain sebagai berikut  berikut [4]:
1.      Melahirkan kesadaran bagi umat manusia ,bahwa segala sesuatu di alam semesta ini berjalan sesuai hukum yang telah ditetapkan oleh allah
2.      Mendorong manusia untuk semakin mendekatkan diri kepada allah ,beramal,dan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencapai kehidupan yang baik di dunia dan akhirat ,mengikuti hukum sebab akhirat (sunnatullah) yang berlaku dan ditetapkan oleh allah .
3.      Mendorong manusia untuksemakin mendekatkan diri dan memiliki kekuasaan dan kehendak yang mutlak ,serta memiliki kebijaksanaan ,keadilan dan kasih sayang kepada makhluk-Nya
4.      Menanamkan sikap tawakal dalam diri manusia karena manusia hanya bisa berusaha dan berdoa ,sedangkan hasilnya diserahkan kepada allah sebagai zat yang menciptakan dan mengatur ,manusia .
5.      Sikap husnuzan mendatankan ketenangan dan ketentraman hidup karena menyakini apapun yang terjadi adalah atas kehendak allah, disaat memperoleh kebahagiaan dan nikmat seseorang segera bersyukur .
6.      MENYEGERAKAN BERTOBAT KEPADA ALLAH
Setiap manusia hendaknya bertobat kepada allah atas dosa-dosanya dengan sebenar-benarnya tobat ,tobat berarti takut akan murka , takut akan kehilangan anugrah dan nikmatnya  dengan penuh sukarela dan cinta apabila seorang muslim melakukan kesalahan atau kemaksiatan maka ia wajib dengan segera menyegerakan bertobat kepada allah ,adapun yang dimaksud dengan kesalahan atau kemaksiatan maka ia wajib dengan kesalahan atau kemaksiatan disini adalah semua perbuatan yang melanggar larangan,baik  yang termasuk  dosa kecil maupun dosa besar .
Imam nawawi menjelaskan bahwa para ulama berkata “bertobat dari etiap dosa itu anatara hamba dengan allah swt ,jika ada sangkut pautnya dengan hak manusia ,maka syaratnya ada 3 yaitu : Hendakya menjauhi perbuatan maksiat tersebut ,harus menyesali perbuatannya  dan tidak mengulanginya lagi.[5]
Setiap muslim hendaknya tidak menunda-nunda atau memperlambat tobatnya kepada allah atau memperlmbat taubat kepada allah swt ketahuilah bahwa sesungguhnya :
1.      tidak ada seorang pun yang tahu akan berpa lama hidupnya
2.      tidak diterima tobatnya seseorang jika datangnya ajal padanya seperti dalam alquran allah berfiram di surah annisa ayat 17-18[6]
3.      tidak diterima tobat seseorang jika matahari telah terbit sebelah barat
Tobat merupakan  akhlak terpuji yang harus menghiaso setiap muslim ,seuatu kenyataan jyang tidak dapat dielakkan ,bahwa setiap ,muslim memiliki kesalahan atau pelanggaran dan setiap kesalahan itu akan mendatangkan dosa .oleh karena itu setiap dosa harus dihentikan dan dimohonkan ampunan kepada zat yang maha pengampun .  
1.      HAKIKAT TOOBAT
      Tobat berasal yang kata bahasa arab nya taba’  artinya kembali ,orang yang bertobat kepada allah adalah orang yang kembali dari sesuatu menuju sesuatu , kembali siifat-sifat yang tercela ,kembali dari larangan allah menuju perintah-Nya ,kembali dari maksiat menuju taat ,kembali dari segala yang dibenci allah menuju yang saling menyenagkan ,kembali kepada allah  setelah meninggalkan-Nya dan kembali taat setelah menentang-Nya[7]
Searti dengan kata taba’ adalah amaba’ dan aba’  orang yang bertobat karena takut azab allah disebut ta’dib (isim fail dari taba”) apabila karena malu disebut munib(isim fail dari amaba”) sedangkan apabila karena malu disebut munib (isim fail dari amaba’) ,sedangkan apabila karena mengagungkan allah swt ,disebut awwaib ,seorang muslim menyadri bahwa ia telah berbuat kesalahan atau kemaksiatan ,ia harus segera bertobat kepada allah swt . tanpa menunda-nundanya ,bahkan sseorang muslim dianjurkan untuk selalu bertobat kepada allah ,sekalipun ia tidak mengetahiui kesaahannya . hal ini sebagaimana  dicontohkan oleh rasulullah saw dalam sebuah sabdanya :”Wahai manusia bertobat ddan mintak ampunlah kamu kepada allah karena sesungguhnya aku bertobat 100 kali sehdalam sehari “ [8]


2.      PENGGOLOONGAN TOBAT
Tobat menjadi 3 bagian yaitu [9]:
A.    Taubah al awam (tobatnya manusia biasa ) yaitu tobat secra uum seiringan tunduk dokarenakan dirinya telah melakukan perbuatan dosa ia menyebut nyebiut dosa yang dilakukan di hadapan allah .
B.     Taubah al khawas a(tobat orang-orang khusus ) yaitu tingkat tobat sebagai pertanda meningkatkan makrifat manusia kepada allah ,manusia meras malu dikarenakan telah melakukan perbuatan –perbuatan makruh .
C.     Taubah akhas al-khawas yaitu tobat tingaktan yang paling tinggi seperti tobatnya rasul “sesungguhnya ini adalah kebodohan pada hatiku dan sesungguhnya aku akan memohon ampunan kepada allah sebanyak tujuh kali dalam sehari “

3.      MACAM-MACAM TOBAT
Ibnu tamiyah “taubat itu ada 2 macam yaitu taubat wajib dan taubat sunnah ,taubat wajib adalah taubat dari meninggalkan hal-hal yang diwajibkan dan dari melakukan hal hal yang diharamkan ,ini wajib atas semua orang mukallaf ,sebagaimana yang diperintahkan alah dalam akitab-Nya (alqur-an) dan melalui  sabda rasul saw sedangkan taubat sunnah adalah taubat dari meninggalkan hal-hal yang disunnnahkan dan dari melakukan hal-hal yang dimakruhkan [10]
4.      TATA CARA BERTOBAT
Untuk melakukan tobat yang sempurna seorang yang bersalah harus memenuhi 5 tahapan :
A.    Menyadari kesalahan seorang tidak mungkin bertobat kalau tidak menyadari kesalahan atau merasa bersalah .seorang muslim harus memahami perintah yang wajib diikuti dan larangan yang wajib ditinggalkan
B.     Menyesali  kesalahan sekalipun seorang tahu bahwa ia bersalah ,tetapi jika ia tidak menyesal telah melakukannya maka orang tersebut belum dapat dikatakan bertobat apalagi jika ia bangga dengan kesalahannya itu .
C.     Memohon apmun kepada allah dengan keyakinan atau husnuzan bahwa allah akan mengampuninya semakin banyak dan sering seseorang mengucapkan istigfar kepada allah maka makin baik
D.    Berjanji tidak akan mengulangi janji itu harus keluar dari hati nurani dengan sejujurnya tidk hanya dimulut sementara di dalam hati masih tersimmpan niat untuk mengerjakan dosa itu sewaktu-waktu
E.     Menutupi kesalahan dengan amal saleh ,allah swt berfirman dalam surah taha ayat 82 yang artinya “ dan sungguh aku maha pengampun bagi yang bertobat ,beriman dan berbuat kebajikan ,kemudian tetap dalam petunjuk

5.      JENIS-JENIS DOSA CARA TOBATNYA
Secara umum perbuatan dosa dikelompokkan menjadi empat bagian , yaitu dosa yang berkaitan dengan hak allah ,dosa yang terkait dengan hak manusia yang tidak membutuhkan kepada pengganti : atau di qada” dosa yang berkaitan dengan hak manusia yang wajib dikembalikan kepada mereka demikian sudah tentu cara bertobatnya berbeda-beda sebagai berikut [11]:
A.    Dosa yang berkaitan dengan hak allah seperti kata berdusta dan meminum khamar yang termasuk dosa besar
B.     Dosa yang berkaitan dengan hak allah yang wajib diganti atau diqada’ seperti meninggalkan solat,puasa zakat
C.     Dosa yang berkaitan dengan hak manusia yang tidak membutuhkan pengganti, dosa ,jenis ini seperti pperbuatan pengumpat atau penggunjing ,jika seseorang bertobat dan tidak mengumpat lagi serta memperbaiki dirinya allah pasti akan mengampuninya .
D.    Dosa yang berkaitan dengan hak manusia , kategori dosa jenis ini diantaranya memakan harta  oranglain . cara bertobat adalah mengembalikan harta orang lain  yang telah digasabnya kemudian menyesali dan tidak memakan harta haram [12]

6.      MEMBIASAKAN DIRI BERTOBAT
Setiap muslim  harus ingat akan suasana dan kesadaran tobat yang sebnantiasa tumbuh di dalam hal hingga meninggal dunia . orang yang bertobat dari dosa tisak ubahnya seperti orang yang tidak mempunyai dosa ,jika seseorang bertobat dari dosanya dengan tobat sesungguhnya (taubabbatan nasuha) maka tidak uubahnya ia seperti orang yang tidak mmempunyai dosa sama sekali[13] .
Sesungguhnya manusia dapat bertobat selama ia belum mati ,oleh karena itu seseorang tidak boleh berputus asa dari rahmat llah . tidaklh berputus asa dari rahmat allah kecuali jika ia tidak beriman kepada lallah apabila seseorang mau bertobat dari dosanya dan memperbaiki dirinya ,serta bergetar hatinya dan menyesali apa yang telah dilakukan allah pasti mengampuninya .
7.      MEMBIASAKAN SIKAP RAJA’
Raja’ berasal dari kata raja-yarja-raja’an artinya adalah mengahrap dan pengaharapan apabila dikatakan raja’ atau makna raja’ adalah menginginkan atau menantikan sesuatu yang disenangi ,menginginkan kebaikan yang ada disisi allah berupa keutamaan ,ihsan, dan kebaikan dunia akhirat Raja’ merupakan keinginan seorang insan untuk mendapatkan sesuatu ,baik dalam jangka pendek . raja’ harus diiringi dengan usaha menempuh sebab-sebab untuk mencapai tujuan yang diinginkan[14] .
Raja’ merupakan sebuah harapan yang dicintai atau dinanti kedatangannya sebaliknya sesuatu yang dibenci akan hilang , amal-amal yang didasarkan pada rasa takut dan khawatir ,salah satu tanda bahwa seseorang masih bergantung pada amal adalah apabila ia merasa kehilangan  harapan (raja’) kepada alalh swt .
Arti raja’ adalah harapan mengandalkan kemurahan sang pencipta dan melihat kegemilangan sanng pencipta dengan mata keindahan ,harapan adalah keutamaan tobat seseorang dan melihat kasih sayang sang pencipta (allah) yang maha meliputi segalanya .
Macam-macam raja’ yaitu raja’ yang terpuji perilakunya dan raja’ yang tercela perilakunya , raja’ terpuji adalah seseorang yang mengaharap pahala-Nya begitu juga seseorang  berbuat dosa lalu bertobat darinya dan senantiasa mengaharap ampunan allah,kebaikan-Nya dan kemurahan-Nya ,adapun yang menjadikan pelaku raja’ tercela adalah seseorang yang terus –menerus dalam kesalahan-kesalahan , lalu mengahrap rahmat allah tanpa dibarengi  amalan saleh [15],
Raja’ yang terpuji hanya ada pada diri orang yang taat kepada allah dan mengarap  tobatnya diterima ,  agar seseorang memiliki sikap raja’ maka ia harus meniti jalan untuk menuju tambah kembangnya sikap raja’ kepada allah diantaranya sebagai berikut[16] :
A.    Optimis merupan sikap yang memungkinkan seseorang menjalani hidup dengan lebih indah dan membuat suasana hati menjadi tenang
B.     Dinamis merupankan sikap positif untuk terus berkembang berfikir,cerdas,kreatif,dan rajin dan mudah beradptasi dengan lingkungan .
Metode mengamalkan raja’ dan harus memperhatikan faktor-faktor yang menentukan tumbuh berkembangnya sikap raja’[17] :
A.    Selalu berpegang teguh kepada tali agama allah , yaitu agama islam
B.     Selalu berharap kepada allah agar selalu diberikan kesuksesan dalam berbagai macam usaha
C.     Selalu merasa takut ancaman dan siksaan allah dihari akhirat kelak
D.    Selalu cinta (muhabbah) kepada allah dalam beragam situasi dan kondisi
Apabila seseorang sudah ada dalam diri seseorang maka banyak sekali keutamaan hikmah yang didapat diantaranya adalah [18]:
A.    Menciptakan prasangka baik dan membuang jauh prasangka buruk
B.     Mengarapkan rahmat allah dan tidak putus asa
C.     Menjadikan dirinya tenang aman dan tidak merasa tkut pada siapa pun
D.    Dapat meningkatkan amal saleh untuk bertemu allah
E.     Dapat meningkatkan jiwa untuk berjuang di jalan allah
F.      Dapat meningkatkan kesadaran bahwa azab allah sangat pedih
G.    Dapat meningkatkan rasa syukur atas nikmat yang telah diterimanya
H.    Dapat meingkatkan rasa hasad dan sombong kepada orang lain
I.       Dapat menghilangkan rasa halus untuk mencintai sesamama manusia

DAFTAR PUSTAKA
Roji Abdul Rahman ,M.khamzah,2009.Menjaga Akidah Dan Akhlak.Jakarta:Tiga Serangkai Mandiri 
Haidiri,Choiruddin.2015.Akhlak Dan Adab Islami.Jakarta :Bhuana Ilmu Populer
Syekh mutawalli,Sya’rawi.2006. Kenikmatan Taubat Pintu Menuju Kebahagiaan Dan Syurga . Jakarta : Quantum Media
Ibrahim dan Darsono. 2008.Pemahaman Al-qur’an dan Hadis .Solo : Tiga Serangkai
Tim abdi guru.2007. ayo belajar agama islam.Jakarta : Erlangga
Drs, H.ahmad toha putra .1998.Alquran dan terjemah. Semarang:Asy-Syifa Semarang







[1] Roji,abdul rahman , M.khamza ,Menjaga akidah dan akhlak . Tiga Serangkai Pustaka Mandiri. Jakarta:2014 hlm26-27
[2] Drs, H.ahmad toha putra .Alquran dan terjemah.Asy-Syifa:Semarang.Semarang:1998 hlm 48
[3]Ibid.Drs,H Ahmad Toha Putra hlm 48
[4] Ibid , roji,abdul rahman hlm 45-46
[5] Roji abdul rahman,Op.cit hlm 59
[6] Ibid.Drs,H Ahmad Toha Putra hlm 62-64
[7] Ibid,roji abdul rahman hlm 34
[8] Roji abdul rahman,Op.cit hlm 36-37
[9] Haidiri,Choiruddin.akhlak dan adab islami.tiga serangkai.solo : 2008 hlm 89-90
[10] Syekh mutawalli sya’rawi ,kenikmatan taubat pintu menuju kebahagiaan dan syurga .Quantum Media. Jakarta :2006 hlm 89
[11] Ibid,syekh mutawalli sya’rawi.hlm 20-21
[12] Ibid, roji abdul rahman hlm 56-57
[13] Tim abdi guru,ayo belajar agama islam.Erlangga .Jakarta : 2007 hlm 67
[14] Roji abdul rahman,Op.cit hlm 27-29
[15] Roji abdul rahman,Op.cit hlm 30
[16] Roji abdul rahman,Op.cit hlm 31-32
[17] Ibid,syekh mutawalli sya’rawi.hlm 20-21
[18] Ibid,syekh mutawalli sya’rawi.hlm 22-23

Tidak ada komentar:

Posting Komentar