PEMBAHASAN
BAB
I
A. PENGERTIAN
HUZNUZAN
Husnuzan
berasal dari kata husnun dan zannun ,zannun yaitu artinya berbaik sangka ,secra
istilah husnuzan adalah berbaik sangka terhadap segala ketentuan dan ketetapan
allah yang diberikan kepada manusia . berprasangka baik adalah tindakan yang
benar sebab semua jiwa tidak akan menjadi baik kecuali dengan mengingat
rahmat,ampunan , tobat dan kesabaran allah , karena sikap allah yang demikian
baik ,mereka pun mendekatkan diri kepada-Nya dan berusaha keras untuk melakukan
kebaikan [1]
Kita
sebagi muslim dan mukmin itu berhuznuzan (prasangka baik ) kepada allah
,sesungguhnya ,apa yang diberikan allah swt kepada manusia itu memiliki tujuan
yang baik dan mengandung hikmah yang besar jika seseorang muslim diberi nikmat
agar banyak bersyukur dengan kenikmatan itu , jika diberi musibah agar sabar
dengan musibah yag menimpanya semua berpahala bagi manusia . jika manusia berprasangka baik akan diikuti prasangka baik pula , jika kita
dalam mendapat musibah jangan lah prasangka baik akan diikuti prasangka itu .
dan ketika kita mendapat musibah janganlah berprasangka buruk kepada allah
karena sesungguhnya kita sedang diuji dan ingatlah terus kepda allah swt yang
hanya menguji mu dengan bberbagai cobaan , yang seruannya “ya tuhan kami
,tidaklah engkau menciptakan alam raya ini secara sia-sia (batil) maha suci
engkau maka hindarkanlah kami dari siksa neraka.[2]
Dalam alqur-an surah ali-imran ayat
91 dilukiskan bahwa orang-orang yang berpengertian mendalam ulu-al-albab selalu ingat allah setiap
saat ketika berdiri ,duduk berbaring dan sekaligus memperhatikan serta
merenungkan kejadian alam raya [3]eorang
yang penuh pengertian mendalam memahasucikan allah kemungkinan menciptakan alam
ini sia-sia dan tanpa makna adalah
pikiran negatif kita tentang-Nya ,implikasinya ialah diri kita setiap pikiran
negatif tentang tuhan .
Dari
nilai sikap positif husnuzan adalah akan melahirkan keyakinan bahwa segala
kenikmatan dan kebaikan yang diterima manusia adalah berasal dari allah swt .
allah swt telah menganugerahkan kepada manusia kemampuan untuk memilih dan
berikhtiar .segala perbuatan manusia adalah terjadi atas pilihan dan kemampuan
yang harus dipertanggung jawabkan dihadapan allah .
Berikut
ini beberapa hikamh yang dapat dipetik dari sikap husnuzan antara lain sebagai
berikut berikut [4]:
1. Melahirkan
kesadaran bagi umat manusia ,bahwa segala sesuatu di alam semesta ini berjalan
sesuai hukum yang telah ditetapkan oleh allah
2. Mendorong
manusia untuk semakin mendekatkan diri kepada allah ,beramal,dan berusaha
dengan sungguh-sungguh untuk mencapai kehidupan yang baik di dunia dan akhirat
,mengikuti hukum sebab akhirat (sunnatullah) yang berlaku dan ditetapkan oleh
allah .
3. Mendorong
manusia untuksemakin mendekatkan diri dan memiliki kekuasaan dan kehendak yang
mutlak ,serta memiliki kebijaksanaan ,keadilan dan kasih sayang kepada
makhluk-Nya
4. Menanamkan
sikap tawakal dalam diri manusia karena manusia hanya bisa berusaha dan berdoa
,sedangkan hasilnya diserahkan kepada allah sebagai zat yang menciptakan dan
mengatur ,manusia .
5. Sikap
husnuzan mendatankan ketenangan dan ketentraman hidup karena menyakini apapun
yang terjadi adalah atas kehendak allah, disaat memperoleh kebahagiaan dan
nikmat seseorang segera bersyukur .
6. MENYEGERAKAN
BERTOBAT KEPADA ALLAH
Setiap
manusia hendaknya bertobat kepada allah atas dosa-dosanya dengan
sebenar-benarnya tobat ,tobat berarti takut akan murka , takut akan kehilangan
anugrah dan nikmatnya dengan penuh
sukarela dan cinta apabila seorang muslim melakukan kesalahan atau kemaksiatan
maka ia wajib dengan segera menyegerakan bertobat kepada allah ,adapun yang
dimaksud dengan kesalahan atau kemaksiatan maka ia wajib dengan kesalahan atau
kemaksiatan disini adalah semua perbuatan yang melanggar larangan,baik yang termasuk
dosa kecil maupun dosa besar .
Imam
nawawi menjelaskan bahwa para ulama berkata “bertobat dari etiap dosa itu
anatara hamba dengan allah swt ,jika ada sangkut pautnya dengan hak manusia
,maka syaratnya ada 3 yaitu : Hendakya menjauhi perbuatan maksiat tersebut
,harus menyesali perbuatannya dan tidak
mengulanginya lagi.[5]
Setiap
muslim hendaknya tidak menunda-nunda atau memperlambat tobatnya kepada allah
atau memperlmbat taubat kepada allah swt ketahuilah bahwa sesungguhnya :
1. tidak
ada seorang pun yang tahu akan berpa lama hidupnya
2. tidak
diterima tobatnya seseorang jika datangnya ajal padanya seperti dalam alquran
allah berfiram di surah annisa ayat 17-18[6]
3. tidak
diterima tobat seseorang jika matahari telah terbit sebelah barat
Tobat
merupakan akhlak terpuji yang harus
menghiaso setiap muslim ,seuatu kenyataan jyang tidak dapat dielakkan ,bahwa
setiap ,muslim memiliki kesalahan atau pelanggaran dan setiap kesalahan itu
akan mendatangkan dosa .oleh karena itu setiap dosa harus dihentikan dan
dimohonkan ampunan kepada zat yang maha pengampun .
1. HAKIKAT
TOOBAT
Tobat berasal yang kata bahasa arab nya taba’ artinya kembali ,orang yang bertobat kepada
allah adalah orang yang kembali dari sesuatu menuju sesuatu , kembali
siifat-sifat yang tercela ,kembali dari larangan allah menuju perintah-Nya
,kembali dari maksiat menuju taat ,kembali dari segala yang dibenci allah
menuju yang saling menyenagkan ,kembali kepada allah setelah meninggalkan-Nya dan kembali taat
setelah menentang-Nya[7]
Searti
dengan kata taba’ adalah amaba’ dan aba’ orang yang bertobat
karena takut azab allah disebut ta’dib (isim fail dari taba”) apabila karena
malu disebut munib(isim fail dari amaba”) sedangkan apabila karena malu disebut
munib (isim fail dari amaba’) ,sedangkan apabila karena mengagungkan allah swt
,disebut awwaib ,seorang muslim menyadri bahwa ia telah berbuat kesalahan atau kemaksiatan
,ia harus segera bertobat kepada allah swt . tanpa menunda-nundanya ,bahkan
sseorang muslim dianjurkan untuk selalu bertobat kepada allah ,sekalipun ia
tidak mengetahiui kesaahannya . hal ini sebagaimana dicontohkan oleh rasulullah saw dalam sebuah
sabdanya :”Wahai manusia bertobat ddan mintak ampunlah kamu kepada allah karena
sesungguhnya aku bertobat 100 kali sehdalam sehari “ [8]
2. PENGGOLOONGAN
TOBAT
Tobat menjadi 3 bagian
yaitu [9]:
A. Taubah
al awam (tobatnya manusia biasa ) yaitu tobat secra uum seiringan tunduk
dokarenakan dirinya telah melakukan perbuatan dosa ia menyebut nyebiut dosa
yang dilakukan di hadapan allah .
B. Taubah
al khawas a(tobat orang-orang khusus ) yaitu tingkat tobat sebagai pertanda
meningkatkan makrifat manusia kepada allah ,manusia meras malu dikarenakan
telah melakukan perbuatan –perbuatan makruh .
C. Taubah
akhas al-khawas yaitu tobat tingaktan yang paling tinggi seperti tobatnya rasul
“sesungguhnya ini adalah kebodohan pada hatiku dan sesungguhnya aku akan
memohon ampunan kepada allah sebanyak tujuh kali dalam sehari “
3. MACAM-MACAM
TOBAT
Ibnu
tamiyah “taubat itu ada 2 macam yaitu taubat wajib dan taubat sunnah ,taubat
wajib adalah taubat dari meninggalkan hal-hal yang diwajibkan dan dari
melakukan hal hal yang diharamkan ,ini wajib atas semua orang mukallaf
,sebagaimana yang diperintahkan alah dalam akitab-Nya (alqur-an) dan
melalui sabda rasul saw sedangkan taubat
sunnah adalah taubat dari meninggalkan hal-hal yang disunnnahkan dan dari
melakukan hal-hal yang dimakruhkan [10]
4. TATA
CARA BERTOBAT
Untuk
melakukan tobat yang sempurna seorang yang bersalah harus memenuhi 5 tahapan :
A. Menyadari
kesalahan seorang tidak mungkin bertobat kalau tidak menyadari kesalahan atau
merasa bersalah .seorang muslim harus memahami perintah yang wajib diikuti dan
larangan yang wajib ditinggalkan
B. Menyesali kesalahan sekalipun seorang tahu bahwa ia bersalah
,tetapi jika ia tidak menyesal telah melakukannya maka orang tersebut belum
dapat dikatakan bertobat apalagi jika ia bangga dengan kesalahannya itu .
C. Memohon
apmun kepada allah dengan keyakinan atau husnuzan bahwa allah akan
mengampuninya semakin banyak dan sering seseorang mengucapkan istigfar kepada
allah maka makin baik
D. Berjanji
tidak akan mengulangi janji itu harus keluar dari hati nurani dengan sejujurnya
tidk hanya dimulut sementara di dalam hati masih tersimmpan niat untuk
mengerjakan dosa itu sewaktu-waktu
E. Menutupi
kesalahan dengan amal saleh ,allah swt berfirman dalam surah taha ayat 82 yang
artinya “ dan sungguh aku maha pengampun bagi yang bertobat ,beriman dan
berbuat kebajikan ,kemudian tetap dalam petunjuk
5. JENIS-JENIS
DOSA CARA TOBATNYA
Secara
umum perbuatan dosa dikelompokkan menjadi empat bagian , yaitu dosa yang
berkaitan dengan hak allah ,dosa yang terkait dengan hak manusia yang tidak
membutuhkan kepada pengganti : atau di qada” dosa yang berkaitan dengan hak
manusia yang wajib dikembalikan kepada mereka demikian sudah tentu cara
bertobatnya berbeda-beda sebagai berikut [11]:
A. Dosa
yang berkaitan dengan hak allah seperti kata berdusta dan meminum khamar yang
termasuk dosa besar
B. Dosa
yang berkaitan dengan hak allah yang wajib diganti atau diqada’ seperti
meninggalkan solat,puasa zakat
C. Dosa
yang berkaitan dengan hak manusia yang tidak membutuhkan pengganti, dosa ,jenis
ini seperti pperbuatan pengumpat atau penggunjing ,jika seseorang bertobat dan
tidak mengumpat lagi serta memperbaiki dirinya allah pasti akan mengampuninya .
D. Dosa
yang berkaitan dengan hak manusia , kategori dosa jenis ini diantaranya memakan
harta oranglain . cara bertobat adalah
mengembalikan harta orang lain yang
telah digasabnya kemudian menyesali dan tidak memakan harta haram [12]
6. MEMBIASAKAN
DIRI BERTOBAT
Setiap muslim harus ingat akan suasana dan kesadaran tobat
yang sebnantiasa tumbuh di dalam hal hingga meninggal dunia . orang yang
bertobat dari dosa tisak ubahnya seperti orang yang tidak mempunyai dosa ,jika
seseorang bertobat dari dosanya dengan tobat sesungguhnya (taubabbatan nasuha)
maka tidak uubahnya ia seperti orang yang tidak mmempunyai dosa sama sekali[13] .
Sesungguhnya manusia dapat bertobat
selama ia belum mati ,oleh karena itu seseorang tidak boleh berputus asa dari
rahmat llah . tidaklh berputus asa dari rahmat allah kecuali jika ia tidak
beriman kepada lallah apabila seseorang mau bertobat dari dosanya dan
memperbaiki dirinya ,serta bergetar hatinya dan menyesali apa yang telah
dilakukan allah pasti mengampuninya .
7. MEMBIASAKAN
SIKAP RAJA’
Raja’
berasal dari kata raja-yarja-raja’an artinya adalah mengahrap dan pengaharapan
apabila dikatakan raja’ atau makna raja’ adalah menginginkan atau menantikan
sesuatu yang disenangi ,menginginkan kebaikan yang ada disisi allah berupa
keutamaan ,ihsan, dan kebaikan dunia akhirat Raja’ merupakan keinginan seorang
insan untuk mendapatkan sesuatu ,baik dalam jangka pendek . raja’ harus
diiringi dengan usaha menempuh sebab-sebab untuk mencapai tujuan yang
diinginkan[14]
.
Raja’
merupakan sebuah harapan yang dicintai atau dinanti kedatangannya sebaliknya
sesuatu yang dibenci akan hilang , amal-amal yang didasarkan pada rasa takut
dan khawatir ,salah satu tanda bahwa seseorang masih bergantung pada amal
adalah apabila ia merasa kehilangan
harapan (raja’) kepada alalh swt .
Arti
raja’ adalah harapan mengandalkan kemurahan sang pencipta dan melihat
kegemilangan sanng pencipta dengan mata keindahan ,harapan adalah keutamaan
tobat seseorang dan melihat kasih sayang sang pencipta (allah) yang maha
meliputi segalanya .
Macam-macam
raja’ yaitu raja’ yang terpuji perilakunya dan raja’ yang tercela perilakunya ,
raja’ terpuji adalah seseorang yang mengaharap pahala-Nya begitu juga
seseorang berbuat dosa lalu bertobat
darinya dan senantiasa mengaharap ampunan allah,kebaikan-Nya dan kemurahan-Nya
,adapun yang menjadikan pelaku raja’ tercela adalah seseorang yang terus
–menerus dalam kesalahan-kesalahan , lalu mengahrap rahmat allah tanpa
dibarengi amalan saleh [15],
Raja’
yang terpuji hanya ada pada diri orang yang taat kepada allah dan mengarap tobatnya diterima , agar seseorang memiliki sikap raja’ maka ia
harus meniti jalan untuk menuju tambah kembangnya sikap raja’ kepada allah
diantaranya sebagai berikut[16] :
A. Optimis
merupan sikap yang memungkinkan seseorang menjalani hidup dengan lebih indah
dan membuat suasana hati menjadi tenang
B. Dinamis
merupankan sikap positif untuk terus berkembang berfikir,cerdas,kreatif,dan
rajin dan mudah beradptasi dengan lingkungan .
Metode mengamalkan
raja’ dan harus memperhatikan faktor-faktor yang menentukan tumbuh
berkembangnya sikap raja’[17] :
A. Selalu
berpegang teguh kepada tali agama allah , yaitu agama islam
B. Selalu
berharap kepada allah agar selalu diberikan kesuksesan dalam berbagai macam
usaha
C. Selalu
merasa takut ancaman dan siksaan allah dihari akhirat kelak
D. Selalu
cinta (muhabbah) kepada allah dalam beragam situasi dan kondisi
Apabila
seseorang sudah ada dalam diri seseorang maka banyak sekali keutamaan hikmah
yang didapat diantaranya adalah [18]:
A. Menciptakan
prasangka baik dan membuang jauh prasangka buruk
B. Mengarapkan
rahmat allah dan tidak putus asa
C. Menjadikan
dirinya tenang aman dan tidak merasa tkut pada siapa pun
D. Dapat
meningkatkan amal saleh untuk bertemu allah
E. Dapat
meningkatkan jiwa untuk berjuang di jalan allah
F. Dapat
meningkatkan kesadaran bahwa azab allah sangat pedih
G. Dapat
meningkatkan rasa syukur atas nikmat yang telah diterimanya
H. Dapat
meingkatkan rasa hasad dan sombong kepada orang lain
I. Dapat
menghilangkan rasa halus untuk mencintai sesamama manusia
DAFTAR PUSTAKA
Roji Abdul Rahman
,M.khamzah,2009.Menjaga Akidah Dan Akhlak.Jakarta:Tiga
Serangkai Mandiri
Haidiri,Choiruddin.2015.Akhlak Dan Adab Islami.Jakarta :Bhuana
Ilmu Populer
Syekh
mutawalli,Sya’rawi.2006. Kenikmatan
Taubat Pintu Menuju Kebahagiaan Dan Syurga . Jakarta : Quantum Media
Ibrahim dan Darsono.
2008.Pemahaman Al-qur’an dan Hadis .Solo
: Tiga Serangkai
Tim abdi guru.2007. ayo belajar agama islam.Jakarta : Erlangga
Drs,
H.ahmad toha putra .1998.Alquran dan terjemah. Semarang:Asy-Syifa
Semarang
[1]
Roji,abdul rahman , M.khamza ,Menjaga
akidah dan akhlak . Tiga Serangkai Pustaka Mandiri. Jakarta:2014 hlm26-27
[2] Drs,
H.ahmad toha putra .Alquran dan terjemah.Asy-Syifa:Semarang.Semarang:1998
hlm 48
[3]Ibid.Drs,H Ahmad Toha Putra hlm 48
[4] Ibid , roji,abdul rahman hlm 45-46
[5] Roji
abdul rahman,Op.cit hlm 59
[6] Ibid.Drs,H Ahmad Toha Putra hlm 62-64
[7]
Ibid,roji abdul rahman hlm 34
[8] Roji
abdul rahman,Op.cit hlm 36-37
[9]
Haidiri,Choiruddin.akhlak dan adab
islami.tiga serangkai.solo : 2008 hlm 89-90
[10] Syekh
mutawalli sya’rawi ,kenikmatan taubat
pintu menuju kebahagiaan dan syurga .Quantum Media. Jakarta :2006 hlm 89
[11] Ibid,syekh mutawalli sya’rawi.hlm 20-21
[12] Ibid, roji abdul rahman hlm 56-57
[13] Tim
abdi guru,ayo belajar agama islam.Erlangga
.Jakarta : 2007 hlm 67
[14] Roji
abdul rahman,Op.cit hlm 27-29
[15] Roji
abdul rahman,Op.cit hlm 30
[16] Roji
abdul rahman,Op.cit hlm 31-32
[17] Ibid,syekh mutawalli sya’rawi.hlm 20-21
[18]
Ibid,syekh mutawalli sya’rawi.hlm 22-23
Tidak ada komentar:
Posting Komentar